Sistem Penyaringan Pada Depot Isi Ulang

Home / kesehatan / Sistem Penyaringan Pada Depot Isi Ulang

Air adalah media yang mempunyai resiko cukup besar terjadinya penyakit bawaan air (water borne disease) dan penyakit bawaan makanan (food borne disease). Pengolahan air harus dilakukan sebagai upaya pemutus rantai penularan penyakit khususnya yang dibawa oleh air. Beberapa cara disinfeksi adalah fisik (pemanasan),radiasi (sinar ultraviolet),ozon,pembubuhan kimia. Dalam usaha depot isi ulang untuk teknologi penyaringan atau pengolahan airnya rata-rata menggunakan Sistem Konvendonal dan Sistem Reverse Osmosis. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

1. SYSTEM KONVENDONAL
Depot Air Minum Ultra Violet mengandalkan teknologi UV dan untuk produknya biasanya dijual dikisaran harga Rp2500 – Rp4000/galon. Proses pemurniannya dengan media macro filter seperti Carbon Aktif, Silica/Sand, manganaise, antracid, zeloid dan lainnya tergantung kondisi air baku yang akan diolah.

MICRO FITER : Menggunakan media Catrige/Spon Sedimen filter untuk menyaring endapan/pulutan air dgn kerapatan 0,1 s/d 0.5 micron

SINAR UTRAVIOLET-UV : Untuk seterilisasi air dari bakteri ( Untuk Depo Air Minum Isi Ulang dianjurkan minimal kapasitas UV : 12 GPM yaitu 12 Galon Per Menit )

Karena fungsi UV itu sangat vital maka UV harus sesuai standar dan apabila UV tidak berfungsi jangan menjual air tersebut.

OZONE (O3) : Fungsinya untuk Sterilisasi air dgn media Gas, O3 yang dihasilkan dari proses Generator OZONE atau Injeksi langsung dgn Oksigen (O2) tabung yg melalui system pembakaran Generator mesin OZONE. Adapun air yg menggunakan system ozon kwalitas air akan lebih enak fresh tahan lama walaupun disimpan jangka panjang tidak berubah /berlumut.

2. SYSTEM REVERSE OSMOSIS

Depot Air Minum Reverse Osmosis mengandalkan teknologi RO dan untuk produknya biasanya dijual dikisaran harga Rp4000 – Rp8000/galon.

Proses pemurnian air dgn media MEMBRANE Sintetis yang sangat halus kerapatanya mencapai 0.00001 micron maka dgn filter membrane yg rapat sekali bakteripun tidak bisa tembus membrane tsb, dan air baku kandungan pulutan (TDS) tinggi akan di tolok balik oleh membran sehingga proses RO ada air yang ter buang, banyak sedikitnya air yang terbuang tergantung air bakunya & Kwalitas mesin RO tsb.

KESIMPULAN : Perbedaan Depo Air Minum Biasa (sys Konvensonal) dgn Depo Air Minum RO (Sistem Reverse Osmosis) yang membedakan adalah Mesin Pemurnian airnya. Bukan dari sumber air bakunya karena semua air baku dgn standar air bersih bisa di proses menjadi air minum ( sesuai: PERMENKES No.907/Menkes/JK/VII/2002).

Jangan berasumsi air minum isi ulang itu tidak layak untuk dikonsumsi,yg lebih penting harus ada izin/uji Analisa air yg di keluarkan balai kesehatan setempat atau DEPKES memenuhi standar air minum.

Yang membedakan mengapa air minum isi ulang biasa/konvensional karena sistem prosesnya, bukan karena air bakunya.Sedangkan Depot RO – air bakunya bisa menggunakan air tanah / air sumur / air pdam. Dijual relatif mahal karena menggunakan air baku 4 kali lipat, dan menggunakan teknologi RO, sehingga air tidak bisa berlumut walau di jemur sekian tahun dan bisa di demokan dan dilihat secara kasat mata.

Kalau beli air isi ulang harus yang jelas DEPOTnya, ada surat Ijin Analisa air dan Proses system pemurnianya, Pembuat/perakit Depo air minum (legalitasnya) karena sekarang banyak pembuatan system depot asal jadi tidak menggunakan system yg benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *