Estimasi keuntungan bisnis air isi ulang

Home / Bisnis Plan / Estimasi keuntungan bisnis air isi ulang

Salam…

Tak dapat dipungkiri jika air adalah kebutuhan wajib setiap manusia. Akan jadi masalah jika ketersediaan air mulai berkurang. Terlebih bagi anda yang hidup di daerah permukiman yang cukup padat penduduknya. Namun hal ini sebenarnya bisa menjadi kondisi yang sangat menguntungkan bagi anda untuk di manfaatkan. Minimnya ketersediaan air dan banyaknya pemukiman akan sangat baik jika anda memanfaatkannya dengan membuka usaha depot air minum isi ulang.

Semakin berjamurannya depot air minum isi ulang menjadi bukti bahwa mereka selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Dan bukanlah hal terlambat untuk memulai bisnis depot air minum isi ulang ini karena kembali pada sifat kebutuhan masyarakat terhadap air, ditambah lagi dengan gaya hidup masyarakat  yang semakin modern sehingga semakin sadar akan kesehatan dan juga cenderung menyukai sisi praktis. Dengan sedikit inovasi dan menawarkan kualitas yang lebih baik bukan tidak mungkin anda yang berada pada posisi pemula mengalahkan pengusaha depot air minum yang telah ada sebelumnya.

Bisnis ini sangat menguntungkan dan tidak memerlukan keahlian khusus. Hal yang harus diperhatikan adalah pemrosesan yang sesuai prosedur, mulai dari pembersihan galon, proses pengisian air.

Memulai bisnis air minum isi ulang ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Mencari tempat yang strategis(mudah dikenal dan dicari konsumen)
  2. Menjalin hubungan dengan distributor air (jika mau ambil air dari pegunungan)
  3. Menyiapkan peralatan (galon, armada untuk antar jemput, dll)
  4. Mempersiapkan strategi pemasaran
  5. Mengetahui seluk-beluk daerah konsumen untuk memudahkan pelayanan.

Berikut ini, kami coba deskripsikan mengenai Analisa Keuntungan Bisnis/Usaha Depot Air Minum Isi Ulang, dengan asumsi pendapatan paling sedikit, yaitu 40 galon /hari. Angka ini berdasarkan data rata-rata dari para pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Depot Air Minum (ASDAM) hal ini jika penjualan dalam keadaan cuaca yang tidak mendukung seperti hujan.

Mari kita mulai hitung jumlah pengeluaran:

  • Air Baku (jika beli dari air sumber gunung / dari truk tangki sumber pegunungan)
    Harga per liter air = Rp. 30,-
    Volume air per galon adalah 19 liter + 1 liter air yang kita buang untuk mencuci/membilas galon jadi kita asumsikan air per galon adalah 20 liter.
    Rp. 30 x 20 liter = Rp. 600,- x 40 galon = Rp. 24.000,- x 30 Hari                   = Rp. 720.000
  • Listrik 900 watt (Rp. 60.000 /bln)                                                                   = Rp. 60.000
  • Tutup galon (40 tutup x 30 hari = 1.200 buah x Rp. 95 /pcs)                         = Rp. 114.000
  • Tissue anti septic galon (40 tissue x 30 har i=1.200 buah x Rp. 55 /pcs)       = Rp. 66.000
  • Gaji 2 Karyawan (@Rp. 750.000 /bulan)                                                                    = Rp. 1.500.000
  • Bensin (Rp.160.000/bulan)                                                                             = Rp. 160.000
  • Total                                                                                                                            = Rp. 1.870.000

Modal untuk menghasilkan 1.200 galon /bulan (40 galon x 30 hari = 1.200 galon) adalah

Rp. 1.870.000 : 1.200 = Rp. 1.558,-
 

Jadi pergalon membutuhkan modal Rp. 1.558 /Galon
Dengan asumsi harga air galon dijual dengan harga Rp.5000 /galon maka pendapatan yang akan diperoleh :

  • Harga pergalon Rp. 5000 x 1.200 = Rp. 6.000.000
  • Modal                                                = Rp. 2.620.000  
  • Laba Bersih                                       = Rp. 3.380.000

Jika konsumen menghendaki modal yang di investasikan kembali dalam waktu relative lebih cepat rata-rata per hari konsumen cukup menjual dengan target pendapatan paling sedikitnya adalah 40 galon per hari.
Jika paket mesin yang dibeli oleh konsumen seharga Rp.12.500.000 maka konsumen akan kembali modal pada bulan ke-5 pada tahun pertama penjualan, dengan asumsi pada bulan pertama dan kedua belum mendapatkan keuntungan maksimal, karena masih dalam masa-masa promo/pengenalan produk terhadap konsumen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *